Merangin,Kongkrit.com — Inovasi serta kepedulian masyarakat yang terkoordinir bersama Pemerintah, menjadi peluang besar bagi Desa Pulau Tujuh Kecamatan Pamenang Barat, Pasalnya desa tersebut mewakili Kabupaten Merangin dalam penilaian Lomba Desa Ber-PHBS Tingkat Propinsi.
Terpantau Rabu (2/19),Ketua TPPKK Kabupaten Merangin Hj Hesti Haris bersama Dinas Kesehatan Merangin, serta Forkopimcam dan pemerintah desa tampak menyambut kedatangan Tim Penilai Lomba tersebut dilokasi,penyambutan tim penilai cukup antusias. Para siswa tingat SD dan SLTP tampak semarak menyambut kedatangan Tim Penilai, bahkan seluruh Kader PKK Desa, Kader Posyandu serta Kader cilik Jumantik juga berbaur dilokasi penyambutan.
Dari paparan Kepala Desa Pulau Tujuh, bahwa sampai saat ini sudah melakukan berbagai inovasi, inovasi itu dilakukan dalam menunjang dan lebih menguatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat(PHBS)di desa tersebut, menurutnya masyarakat antusias bergabung dalam kader kader dibidang kesehatan lingkungan dan kemasyarakatan.
Ketua TP PKK Merangin Hj .Hesti Haris mengatakan lomba ini sebagai memacu agar seluruh kader dan masyarakat untuk kreatif dan inovasi untuk Ber PHBS.
“Alhamdulilah masyarakat sudah melaksanakan kegiatan positif yang Ber PHBS,juga pemerintah Desa melakukan inovasi untuk mendukung kegiatan PHBS ini”ujarnya.
Sementara itu Ketua Tim Penilai Lomba Desa Ber PHBS tingkat Propinsi Jambi, Hermawan menyampaikan terimakasih atas sambutan antusias dan meriah,ia menjelaskan jika timnya berjumlah 8 orang dan akan dibagi menjadi dua kelompok dan akan melakukan peran, baik administrasi dan opservasi lapangan. Merangin daerah ke enam yang kami kunjungi, melihat dari beberapa hal penting yang disampaikan oleh Kepala Desa serta kondisi nyata.
“Desa ini sudah ada nilai plus dan bisa menjadi nominasi juara, kenapa demikian,hal ini dikarenakan adanya inovasi yang sudah banyak dilakukan,baik berupa Pelita, bank sampah,rumah tangga sadar IPA,kader cilik jumantik dan inovasi lainnya. Ini jadi nilai plus-plus, dari 10 indikator PHBS, kami yakin indikator sudah 100 persen,dan 3 indikator bisa mencapai 80 persen “ujarnya.
Lebih lanjut ia berpesan agar kedepan PHBS ini tidak hanya dilakukan saat perlombaan saja, pihaknya berharap kegiatan ini harus menjadi kebiasaan bahkan menjadi akar budaya dan dilaksanakan spontan serta dilakukan di kehidupan sehari hari.
Rrporter : Rudolf Munthe
Editor : Ady Lubis
#-#











Tidak Ada Komentar